Yayasan Regina Pacis FMM Jambi - Fransiskan Misionaris Maria

Mengenal Beata Marie de la Passion : Masa Kecil yang Mengesankan

Selasa, 24 November 2020 | 00:00:00 WIB | Dibaca: 853 Kali


Marie de la Passion

 

Masa Kecil yang Mengesankan

Beata Marie de la passion adalah pendiri Kongregasi Para suster Fransiskan Misionaris Maria (FMM) seskaligus perintis atau cikal bakal adanya karya-karya para suster FMM di seluruh dunia, antara lain: karya pendidikan, kesehatan, pastoral dan sosial. Salah Satunya adalah TK dan SD Xaverius 1 Jambi.

Mama Passion kecil

Ia lahir di Nantes, Perancis 21 Mei 1839 dari keluarga bangsawan Charles de Chappotin (ayah) dan Sophie Galbaud du Fort (Ibu). Ia anak ke lima dari lima bersaudara. Ayahnya seorang insinyur yang hebat dan memiliki pekerjaan yang sangat mapan sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga yang sangat disiplin dan seorang katolik yang taat dan setia dalam hidup doa.

Nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya adalah Helene Marie Philippine. Ia kemudian mengganti namanya menjadi Marie de la Passion saat masuk biara.

Bagi marie de la Passion, pengalaman masa kecilnya merupakan pengalaman yang sangat berkesan . Ia bersama keluarganya tinggal bersama dengan keluarga paman dan bibinya di rumah peninggalan kakeknya (ayah dari ibunya). Rumah itu disebut “le Fort” yang artinya “ benteng yang masih utuh sesudah revolusi”. Paman dan bibinya mempunyai enam anak, yang umurnya hampir sebaya, sehingga membuat suasana ramai dan penuh sukacita.

Mereka hidup secara harmonis sebagai satu keluarga besar. Marie de la passion menulis dalam diarynya : “kami bersebelas anak di rumah tua le Fort yang tercinta itu, yang merupakan satu kenangan yang paling berkesan bagiku. Kami sungguh-sungguh tidak tahu siapa berkakak-adik kandung dan yang bukan. Jika berbicara tentang keluarga, kami katakan: ‘keempat orang tua’, ‘anak laki-laki’, ‘keempat putri besar’, dan ‘keempat putri kecil’. Tidak pernah kami katakan ‘ibuku dan ayahku’ tetapi selalu ‘keempat orang tua’, sehingga mengherankan bagi semuaorang yang bertemu dengan kami untuk pertama kalinya.”

Ia dan kakak-kakak dan sepupunya selalu riang gembira, hidup dan semangat muda, meskipun mereka terus ingat akan peristiwa tragis yang dialami keluarganya dan banyak orang akibat revolusi Eropa yang terjadi pada zaman itu. Dengan cepat ‘Helene’ mengambil peranan penting dalam kelompok itu. Ia berbakat dan kuat, keras kepala, pandai memimpin. Ia gemar mendengarkan cerita-cerita dan percakapan sekelilingnya, yang penuh dengan kenangan masa revolusi dan perjuangan para pendukung raja “Henri V”.

Pembawaannya yang keras kepala itu perlu dikendalikan, tetapi untuk itu dibutuhkan kebijaksanaan. Pada suatu hari ia tidak diizinkan untuk membaca, sebagai hukuman untuk suatu pelanggaranya, tetapi ia sendiri menulis sebuah cerita, kemudian berkeliling rumah dengan memegang hasilnya; “ Aku dilarang membaca buku, tetapi tidak dilarang untuk mengarang buku, dan buku-bukuku bagus sekali seperti yang satu ini”. Pada suatu hari ia memecahkan setumpuk piring, dan amat dimarahin ibunya. Ia tidak menerima kemararahan ibunya itu, ia berpendapat ibunya terlalu terikat pada barang duniawi, diam-diam dia meletakkan ditempat ibunya hasil tabungannya sendiri, dengan surat kecil: “ Ini untuk membayar piring”Watak Hellene yang demikian, dan bakat-bakatnya yang menyolok dari yang lain, mencemaskan ibunya sehingga ia semakin memperhatikan pembinaan rohani bagi Helene.

Pada umur delapan tahun terpaksa Helene dan kakak-kakaknya harus berpisah dengan sepupu -sepupu mereka karena ayanya diangkat menjadi pemimpin proyek besar di Vannes. Mereka sekeluarga pun pindah ke Vannes. Perpindahan ke Vannes merupakan pengalaman yang menyedihkan baginya karena Ia merasa kehilangan teman-teman main. Ia pun mencari hiburan dengan membaca buku-buku.

Di Vannes untuk pertama kalinya ia bertemu dengan banyak orang terutama teman-teman kerja ayahnya yang tidak ia kenal dan yang tidak beragama. Seorang dari teman ayahnya adalah seorang insinyur yang suka membanggakan dirinya karena tidak beragama dan seorang kapten angkatan bersenjata yang tidak suka bergaul dengan orang lain, fanatik pro-republik. Dengan dia Helene selalu berdebat tentang politik pada tingkat yang melebihi usianya.

Komentar Facebook